HAP3 COM

HAP3 COM

Friday, November 5, 2010

aqidah AHLUSSUNNAH 4

AQIDAH AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH (4)
22. Allah SWT tak berkenan mengampuni dosa syirik, sedangkan dosa lainnya, Allah sudi mengampuni terhadap orang-orang yang dikehendaki-Nya. Firman Allah:
إن الله لا يغفر أن يشرك به ويغفر ما دون ذلك لمن يشاء (النساء: 48).
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu.” (QS. An-Nisa’: 48).
23. Tiap-tiap hamba Allah yang terkena taklif (manusia-jin) disertai Malaikat muhafadhoh yang mencatat segala amal perbuatan mereka. Hal ini telah ditegaskan Allah SWT dalam Kitab Suci-Nya:
وإن عليكم لحافظين. كراما كاتبين (الإنفطار: 10).
“Padahal sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu). Yang mulia (di sisi Allah) dan mencatat (pekerjaan-pekerjaanmu itu).” (QS. Al-Infithaar:10).
24. Sebenarnya malikatul maut dapat mencabut tiap-tiap nyawa adalah atas izin Allah SWT. Dalam firmannya:
قل يتوفاكم ملك الموت الذي وكل بكم (السجدة: 11).
“Katakanlah; malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa) mu akan mematikan kamu, kemudian hanya kepada tuhanmulah kamu akan dikembalikan.” (QS. As-Sajdah; 11).
25. Semua makhluk mati adalah karena sampai ajalnya. Sementara arwah para ahli sa’adah (orang terhormat di sisi Allah) adalah kekal dalam kenikmatan di alam barzah sampai hari kiamat.
ولا تحسبن الذين قتلوا في سبيل الله أمواتا بل أحياء عند ربهم يرزقون (آل عمران: 169).
“Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati, bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rizki.” (QS. Ali Imron; 169).
Adapun ahlus syaqowah (orang-orang celaka) arwahnya kekal dalam penjara Allah. Tersiksa selamanya sampai bangkitnya hari pembalasan (kiamat).
26. Siksa kubur adalah haq (benar adanya). Dalilnya adalah sebuah hadits yang diriwayatkan oleh sahabat Ibnu Abbas ra.
“suatu hari Rasulullah SAW berjalan-jalan melewati perkebunan Madinah. Seketika beliau mendengar jeritan dua manusia yang tersiksa dalam kuburnya. Maka, Nabi pun bersabda, “keduanya (menjerit) adalah (karena) disiksa. Dan siksaan yang ditimpakan pada mereka bukanlah karena dosa besar. Namun, salah satu darinya karena tidak menuntaskan kencingnya. Dan satunya lagi karena selalu menabur fitnah (mengadu orang).” (HR. Bukhori).
27. Orang-orang Mu’min dalam kuburnya juga diuji dengan berbagai pertanyaan Malaikat Munkar-Nakir, dihimpit bumi, lebur raganya dan hanya orang yang disayang Allah yang mampu menjawab ujian dari malaikat tersebut. Firman Allah SWT:
يثبت الله الذين آمنوا بالقول الثابت في الحياة الدنيا وفي الآخرة. (إبراهيم:27).
“Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat.” (QS. Ibrahim; 27).
28. Tatkala sangkakala telah ditiup oleh malaikat Israfil, maka semua yang dilangit dan bumi kecuali para malaikat yang dikehendaki Allah, seperti malaikat Izrail dan malaikat penyangga Arasy. Dan pada tiupan yang kedua kali, semua yang telah mati bangkit kembali dalam keadaan semula terlahir ke dunia (telanjang, tanpa alas kaki dan belum berkhitan).
ويوم ينفخ في الصور ففزع من في السموات ومن في الأرض. (النمل:87).
“Dan (ingatlah) hari (ketika)ditiup sangkakala, maka terkejutlah segala yang di langit dan di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah.” (QS. An-Naml:87).
ونفخ في الصور فصعف من في السموات ومن في الأرض إلا من شاء الله ثم نفخ فيه أخرى فإذا هم قيام ينظرون.(الزمر: 68).
“Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi keculai siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusnya masing-masing).” (QS. Az-Zumar:68).
29. Jasad-jasad yang berbakti (taat) atau maksiat ialah yang akan dibangkitkan kembali di hari qiamat untuk menerima pembalasan terhadap segala yang dilakukan di dunia.
30. Di hari itu, semua yang telah dilakukannya akan diungkap sedetail-detailnya oleh tangan, sedangkan sebagai saksi adalah kakinya.
اليوم يختم على أفواههم وتكلمنا أيديهم وتشهد أرجلهم بما كانوا يكسبون (يس: 65).
“Pada hari ini kami bungkam mulut mereka, dan berkatalah kepada kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.” (QS. Yasiin; 65).
31. Maka, Mizan pun ditegakkan untuk menimbang segala amalnya. Berbahagialah mereka yang berat amal baiknya. Surga dan segala kenikamatannya menanti kedatangan mereka. sebaliknya, celaka sekali orang-orang yang amal baiknya tak berbobot apa-apa. Neraka dan segala siksaan pedihnya pun siap menyambutnya.
فأما من ثقلت موازينه فهو في عيشة راضية. وأما من خفت موازينه فأمه هاوية وما أدراك ماهية نار حامية. (القارعة: 6-11).
“Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan)nya, maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan. Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya, maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah. Dan tahukah kemu apakah nereka Hawiyah itu? (yaitu) api yang sangat panas.” (QS. Al-Qaari’ah: 6-11).
32. Di hari itu, seluruh shuhuf (buku catatan amal) disebarkan dan deberikan pada semua manusia sejak dari Nabi Adam sampai manusia terakhir menjelang qiamat. Siapa yang menerima dengan tangan kanannya maka itu pertanda akan mendapat hisab yang ringan saja. Sedangkan yang menerima dengan tangan kirinya, itulah para calon penghuni neraka.
فأما من أوتي كتابه بيمينه فسوف يحاسب حسابا يسيرا وينقلب إلى أهله مسرورا . وأما من أوتي كتابه وراء ظهره فسوف يدعوا ثبورا. ويصلى سعيرا. (الانشقاق: 7-12).
“Adapun orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kanannya, maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah. Dan dia akan kembali kepada kaumnya (yang sama-sama beriman) dengan gembira. Adapun orang-orang yang diberikan kitabnya dari belakang, maka dia akan berteriak; ‘celakalah aku’. Dan dia akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).” (QS. Al-Insyiqaaq: 7-12).
33. Sesungguhnya “Shiroth” adalah titian (jembatan) yang dibentangkan di atas neraka Jahannam, yang lebih lembut dari rambut dan lebih tajam dari mata pedang. Semua orang yang lewat adalah sekadar amal perbuatannya. Ada yang melesat cepat bagaikan sambaran kilat, mereka tak lain adalah para auliya’ muqarrabin, yang segala waktu dan miliknya dicurahkan demi mengabdi pada Allah SWT. Ada yang cepatnya seperti terbangnya burung, lari biasa, berjalan biasa dan mereka yang banyak amal jeleknya akan terputus di tengah jalan dan terjungkal masuk ke lembah neraka.
ولو نشاء لطمسنا على أعينهم فاستبقوا الصراط فانى يبصرون (يس: 66).
“Dan jikalau kami menghendaki pastilah kami hapuskan penglihatan mata mereka, lalu mereka berlomba-lomba (mencari jalan). Maka betapakah mereka dapat melihat(nya).” (QS. Yasiin; 66).
Dalam sabdanya Nabi telah mengatakan: “Shirat telah dibentangkan di atas Jahannam. Maka, akulah beserta ummatku yang melewatinya.”
Sabda Nabi Muhammad SAW: “Orang-orang Muslim telah berdiri (siap meniti shirat) dan shirat telah dibentangkan. Maka, lewatnya mereka di atasnya bagaikan melesatnya kuda terbaik / kendaraan lainnya.” (HR. Imam Ahmad bin Hanbal).
34. Dari penduduk neraka, yang masih ada iman di hati mereka, akan dikeluarkan darinya (neraka). Sabda Baginda Nabi SAW: “Akan dikeluarkan dari neraka sekelompok orang (kaum) yang telah terkena jilatan neraka sampai hangus. Maka, mereka pun akhirnya masuk surga, dan penduduk surga menjuluki mereka “al-Jahannamiyyun” (bekas penghuni Jahannam).”
35. Dengan Syafa’at Rasulullah SAW para ahlul kaba-ir (pelaku dosa besar)dari umat Muhammad SAW akan dientaskan beliau dari neraka setelah mereka menjadi arang. Akhirnya mereka dibenamkan di Nahrul Hayat (bengawan kehidupan), maka tumbuhlah anggota tubuhnya laksana tumbuhnya biji-bijian.
Hadits yang berkenaan tentang syafa’at sangatlah banyak. Diantaranya adalah yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra. dari Nabi Muhammad SAW perihal ayat: عسى ربك أن يبعثك مقاما محمودا
“Mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al-Israa’: 79). Nabi lantas bersabda: “Itulah maqam dimana aku menyafa’ati umatku didalamnya (maqom tersebut).” (HR. Imam Ahmad).
Dalam hadits lain Nabi SAW bersabda:
“Mana kala Ahli surga telah masuk surga, ahli neraka telah masuk neraka, Allah berfirman: “Siapapun yang di hatinya masih tersisa iman biarpun seberat biji sawi, keluarkanlah dari neraka.” Mereka pun dientaskan dari neraka dalam keadaan terbakar hangus dan jadi arang. Kemudian mereka dibenamkan di Nahrul Hayat. Akhirnya mereka tumbuh seperti tumbuhnya biji yang terbawa air. Tahukah kalian? Mereka tumbuh kekuning-kuningan dan berkeluk-keluk.” (HR. Bukhari).
36. Beriman dengan adanya telaga Rasulillah SAW (haudl) yang akan disediakan pada umatnya kelak di kemudian hari. Siapa saja yang meminumnya tak akan pernah dahaa selamanya. Dan, para ahli bid’ah (orang-orang yang merubah sunnah Rasul) tak akan mendapat seteguk pun dari telaga Nabi itu.
Rasulullah telah bersabda:
“ (Luasnya) telagaku ini adalah jarak perjalanan satu bulan. (Warnanya) lebih putih dari susu. (Baunya) lebih harum dari minyak misik. Dan (jumlah) cangkirnya adalah sebanyak bintang-bintang di langit. Siapapun yang meminumnya pasti tak akan dahaga selamanya.”

No comments:

Post a Comment